Kata Pengantar

Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah membimbing Pondok Kasih dalam perjalanan pelayanannya kepada orang-orang buangan dan terpinggirkan.

Tuhan sangat murah hati untuk memenuhi semua kebutuhan kita. Ia mengembangkan pelayanan terlebih dahulu dengan memberikan perlindungan kepada orang tua, bayi dan anak-anak yang tidak memiliki keluarga untuk menyambut mereka. Kemudian ketika berbagai krisis melanda Indonesia selama tahun 1996-2004, Pondok Kasih menanggapinya dengan mengembangkan pelayanan holistik untuk masyarakat miskin.

Mulai dari kementerian hingga pemulung di Keputih, pelayanan PK telah berkembang untuk menjangkau kaum miskin di lebih dari 110 komunitas miskin dari 155 kelompok di Surabaya.

Ketika kami bekerja erat dengan orang-orang buangan dan terpinggirkan, kami segera menyadari bahwa mereka tidak hanya membutuhkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal, tetapi juga identitas nasional dan hak-hak sipil. Maka kami mulai mengatur Pernikahan Misa tanpa memandang status, ras, dan agama. Pasangan-pasangan ini kemudian dapat memperoleh KTP dan Akta Nikah mereka, dan anak-anak mereka menerima KTP dan Akta Kelahiran.

Pada Januari 2015, kami menyelenggarakan Pernikahan Massal untuk 5115 pasangan di Jakarta. Melihat bagaimana pemberian identitas hukum bagi warganya secara kuat meningkatkan Revolusi Mental Presiden Jokowi, Menteri Departemen Sosial menunjuk Mama Hana sebagai Ketua untuk Hari Solidaritas Nasional. Puncak dari acara ini dirayakan di Kupang, Timor Timur pada 22 Desember 2015. Dari Timur ke Barat, di seluruh kepulauan besar kita dan di setiap provinsi, bersama-sama kita bekerja untuk memastikan bahwa setiap individu menerima identitas nasional dan hak-hak sipil.

Silakan bergabung dengan kami ketika kami berdoa agar dengan bantuan Tuhan, YPK dapat terus membantu mengangkat orang miskin sehingga bersama-sama kita dapat menikmati masa depan yang lebih baik.