Relasional

LINTAS INSTANSI- PEMERINTAH DAN LSM

Usahakanlah kesejahteraan kota di mana kamu tinggal
dan doakanlah kota itu kepada TUHAN,
sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Bersama mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Kami tidak merasa ragu atau malu karena melayani komunitas yang
terendah dan terkecil. Justru ini adalah hak istimewa kami.
Kami selalu melakukan pelayanan secara terbuka dan menyambut semua pihak untuk bekerja sama dengan kami.
Kami melayani bersama dengan pemerintah lokal, propinsi, maupun pusat, dengan para pengusaha, LSM, sekolah, universitas, organisasi
keagamaan dan media yang kemudian memberikan pelbagai
penghargaan pada YPK.

DIVISI RELASIONAL-KEMITRAAN

FESTIVAL PEMUDA

Bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo periode 2018-2023

Puncak acara diadakan di Semarang, dengan menghadirkan 11.000 siswa dari Semarang dan Jawa Tengah. Aula resepsi dipenuhi dengan pajangan, pameran, dan merchandise dari berbagai provinsi. Acara dibuka dengan doa lintas agama, para peserta yang mewakili 34 provinsi diarak dalam prosesi oleh Kostum Pancasila Garuda yang megah. Di atas panggung, setelah menyanyikan lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya, mereka menegaskan kembali Sumpah Pemuda yang bersumpah pada tahun 1928.
Ada pertunjukan tarian Bhinneka Tunggal Ika Indonesia dan upacara pemberian Penghargaan kepada para pemenang Kompetisi Proyek yang disajikan selama Kamp. Ada pemenang dari 5 provinsi, yaitu: Aceh, Riau, Jawa Barat, Jawa Timur.

Pemenang lomba dari Jawa Tengah

Festival Pemuda telah melahirkan embrio cinta dan rekonsiliasi di antara para mahasiswa dari 34 provinsi, yang sedang menunggu saat-saat kebersamaan berkembang biak, yang akan lebih mencintai perdamaian, persatuan, dan cinta untuk mencapai impian bangsa bersama dan menjadikan Indonesia model untuk Dunia.

Pakaian adat dari berbagai daerah

LINTAS AGAMA

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya,
apabila saudara-saudara diam bersama
dengan rukun dalam kesatuan!

Sangat tidak mungkin melayani kaum miskin tanpa bekerja sama dengan kelompok-kelompok agama lain. Selama berabad-abad terdapat jurang pemisah di antara kelompok-kelompok agama di negeri ini.
Saat ini kami dapat bergandeng tangan bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama lain dengan rukun tanpa membeda-bedakan.
Saat melayani bersama, kami membangun jembatan saling percaya, saling menghargai dengan para pemimpin maupun umat mereka.

Melalui barang bantuan dan pemberdayaan, pembagian makanan,
bantuan kesehatan, mobil pintar, dialog lintas agama, serta perayaan hari besar bersama, kami menikmati semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam arti sesungguhnya.

NIKAH MASSAL TERPADU LINTAS AGAMA

Pernikahan Massal Lintas Agama di Istora Senayan, Jakarta pada tahun 2011

Untuk mengatasi krisis identitas ini, YPK telah memulai mengadakan Pernikahan Massal yang pertama di tahun 2001 untuk 100 pasutri. Yang terakhir (ke-8) dan terbesar adalah pada tahun 2015 untuk 5115 pasang berasal dari berbagai agama di Istora Senayan Jakarta, yang dikaitkan dengan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN).Hal ini telah menarik perhatian pemerintah, sehingga Kemensos dan Kemenko meminta YPK untuk bekerjasama dalam pemenuhan hak sipil bagi kaum pra-sejahtera yang belum memiliki identitas dalam acara nasional seperti HKSN dan Harkitnas. Syukur kepada Tuhan, kemudahan untuk mendapatkan e-KTP saat ini telah menjadi program nasional.

Pernikahan Massal Lintas Agama di Pagoda Tian Ti Surabaya
Interfaith Mass Wedding at Tian Ti Pagoda – Surabaya, Penyerahan akta nikah di Kaimana, Papua, Penyerahan akta nikah di Kupang, NTT.

Didalam banyak hal, Pernikahan Massal Lintas Agama telah menjadi program utama YPK. Secara SOSIAL, kami telah berusaha mencukupi kebutuhan mereka bukan saja dalam bentuk sandang, pangan dan papan, ataupun pemberdayaan, namun juga dalam pemenuhan hak sipil dengan identitas nasional. Secara RELASIONAL, kami telah bekerja sama dengan semua golongan, dari instansi tertinggi di pemerintah, maupun dengan tempat-tempat ibadah terkecil, dengan pengusaha, sekolah, masyarakat biasa, bahkan dengan militer untuk menjangkau seluruh bangsa. Secara SPIRITUAL, kami telah menyaksikan bagaimana pernikahan yang disahkan itu berdampak pada moral, komitmen, serta tanggung jawab terhadap pasangan masing-masing. Keluarga kuat membangun negara yang kuat.