Program PKBM Paket A, B dan C Di Rusun Cibesel Jakarta Timur

Pendidikan adalah hak semua orang. Undang-undang di negara ini mengaturnya dan seharusnya setiap anak bangsa mendapatkan haknya. Namun keterbatasan ekonomi seringkali menjadi kendala dan akhirnya putus sekolah menjadi pilihan yang diambil karena urusan makan dan kelanjutan hidup menjadi prioritas.

Program PKBM Paket A,B dan C 2

Warga rusun Cibesel merupakan warga relokasi dari beberapa wilayah rawan banjir di Jakarta, yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan ekonomi keluarga yang berbeda-beda, seperti: pemulung, pedagang, buruh harian dan pekerja kantoran. Setelah melakukan pendataan (per Mei 2016), Pondok Kasih mencatat  sejumlah 301 orang putus sekolah dengan kriteria usia 10-45 Tahun, Pendidikan terakhir SD – SMP dan usia pelajar tetapi tidak berstatus sebagai pelajar.

 

Menjawab kebutuhan warga Jakarta di Rusun Cibesel, Pondok Kasih membuka Program PKBM Paket A, B dan C pada 24 Agustus 2016. Hingga saat ini, terdaftar sejumlah 34 peserta yang terbagi dalam 3 kelas: 2 orang untuk kelas Paket A, 2 orang untuk kelas Paket B dan 30 orang untuk kelas Paket C. Kelas PKBM berjalan 2 x dalam seminggu (Rabu dan Kamis) yang dibagi dalam 2 tahap yaitu pukul 09.00-12.10 WIB untuk kelas Paket A dan Pukul 18.30-21.00 WIB untuk kelas Paket B dan C.

Program PKBM Paket A,B dan C 3

“Saya melihat antusias peserta luar biasa dalam mengikut kelas ini. Semua terlihat dari bagaimana mereka menunjukkan ketertarikannya dan respon yang baik dalam mengikuti kelas. Meskipun kelas ini terdiri dari berbagai usia tapi semangat mereka dapat terlihat. Semoga semangat itu bisa terus terjaga dan mereka bisa lulus ujian nasional nantinya.” Bobby Gafur, salah seorang pengajar dan konsultan dalam Program PKBM Pondok Kasih di Rusun Cibesel. –by. Delfi ©pondokkasihjakarta2016- 

Translate (other language) »